Saturday, 25 May 2013 20:36 (GMT+7)
15 May 2013 | Alternative Investing

Kelolaan Danareksa hingga Kuartal I Rp 13,8 Triliun

BY Hindarti Purwaningsih

JAKARTA - PT Danareksa Investment Management (DIM), perusahaan manajer investasi anak usaha PT Danareksa, membukukan dana kelolaan (asset under management)…

07 May 2013 | Alternative Investing

Kelolaan Manulife Aset Manajemen Capai Rp 43,9 Triliun

BY Hari Widowati

  JAKARTA - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, perusahaan manajer investasi anak usaha Manulife Financial, hingga Maret 2013 mengumpulkan dana…

07 May 2013 | Alternative Investing

Investasi Sinar Mas Multiartha di Saham Grup Bakrie Turun

BY Abdul Wahid Fauzie

JAKARTA - Total investasi PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), perusahaan investasi Grup Sinar Mas, di saham-saham Grup Bakrie sepanjang…

01 May 2013 | Alternative Investing

MNC Kapital Rights Issue Pasca Private Placement

BY Hindarti Purwaningsih

JAKARTA - PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) berencana melakukan rights issue untuk mendanai akuisisi 30% saham PT Bank  ICB…

17 Apr 2013 | Alternative Investing

Beli Bank Bumiputera, MNC Kapital Cari Pendanaan

BY Abdul Wahid Fauzie

JAKARTA - PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) berencana mencari pendanaan untuk membeli 30% saham PT Bank  ICB Bumiputera Tbk…

08 Apr 2013 | Alternative Investing

Investasi Bakrie & Brothers di Saham Grup Bakrie Turun Tajam

BY Abdul Wahid Fauzie

JAKARTA - Investasi jangka pendek PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di sejumlah saham Grup Bakrie atau pihak yang berelasi…

27 Mar 2013 | Alternative Investing

Manajer Investasi Tingkatkan Kelolaan dari Nasabah Asing

BY Hari Widowati

JAKARTA - Sejumlah perusahaan manajer investasi akan meningkatkan dana kelolaan dari nasabah (investor) asing di luar negeri. Menurut direksi perusahaan,…

08 Mar 2013 | Alternative Investing

OJK Akan Jalankan Market Intelligence

BY Hindarti Purwaningsih

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menjalankan unit market intelligence guna mewaspadai bentuk-bentuk investasi yang menjanjikan keuntungan besar. Menurut…

04 Mar 2013 | Alternative Investing

Investor Asing Mengincar Imbal Hasil Tinggi

BY Hari Widowati

Penerbitan reksa dana dengan underlying asset (aset dasar) efek-efek di Indonesia oleh manajer investasi asing mulai marak pada tahun 2000-an.…

26 Feb 2013 | Alternative Investing

Penetrasi Dana Kelolaan di Indonesia Terendah di Asia Timur

01 Feb 2013 | Alternative Investing

Kontribusi Segmen Media Bhakti Investama Turun

31 Jan 2013 | Alternative Investing

Return Reksa Dana Saham Ditargetkan Lampaui Indeks

16 Jan 2013 | Alternative Investing

Mandiri Sekuritas Masih Kuasai Bisnis Underwriting

15 Jan 2013 | Alternative Investing

Sinar Mas Multiartha Suntik Beberapa Anak Usaha

18 Dec 2012 | Alternative Investing

RDPT BUMN Fund Bahana Akan Lunas Lebih Awal

07 Dec 2012 | Alternative Investing

Bahana TCW Ikut Tender Pelabuhan

04 Dec 2012 | Alternative Investing

Bakrie & Brothers Akan Bangun Pabrik Komponen Otomotif US$ 150 Juta

04 Dec 2012 | Alternative Investing

Anak Usaha Bakrie & Brothers Akan Terbitkan Obligasi

23 Nov 2012 | Alternative Investing

CIMB Niaga dan Panin Asset Management Jual Reksa Dana Online

23 Nov 2012 | Alternative Investing

Sinarmas Multiartha Akan Jual Saham ke Investor Potensial

12 Nov 2012 | Alternative Investing

Aturan Asuransi Berpotensi Hambat Pertumbuhan Reksa Dana Penyertaan Terbatas

Pembiayaan SMS Finance Stagnan

BY Lukmanul Hakim Daulay

JAKARTA - PT Sinar Mitra Sepadan (SMS) Finance, perusahaan pembiayaan mobil bekas skala menengah, membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 270 miliar sepanjang Januari 2013 hingga…

Kelolaan Mandiri Investasi Naik 14%

BY Lukmanul Hakim Daulay

JAKARTA - PT Mandiri Manajemen Investasi, perusahaan manajer investasi skala besar membukukan kenaikan total dana kelolaan sebesar 13,63% menjadi Rp 22,5 triliun hingga April 2013…

Bank Perlu Tingkatkan Kapitalisasi

BY Rivki Maulana

JAKARTA - Sejumlah kalangan menilai perbankan nasional perlu meningkatkan permodalan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi pasar bebas ASEAN di sektor perbankan pada…

Good Week for ...

PT Bukit Asam Tbk (PTBA), emiten perambangan batubara,  diproyeksi tidak akan terpengaruh fluktuasi harga batubara karena produksi batubara perseroan telah kontrak dengan penyesuaian harga dilakukan setiap kuartal, semester, dan tahunan. Sejak 2012 hingga Amret 2013, Bukit Asam memiliki kontrak penjualan batubara jangka panjang mencapai 537,5 juta ton.

PT Asahimas Chemical, sister company dari PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG), akan menambah investasi US$ 300 juta-US$ 400 juta untuk ekspansi pabrik pengolahan bahan kimia hilir. Ekspansi tersebut rencananya direalisasikan akhir tahun ini di lokasi pabrik existing perseroan di Cilegon, Banten.

PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY), menargetkan pertumbuhan pendapatan usaha pada kurtal II 2013 secara tahunan lebih tinggi dibandingkan kuartal I. Hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan total pendapatan usaha mencapai Rp 3,2 triliun. Pada kuartal I, perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan secara tahunan sebesar 30% menjadi Rp 686 miliar.

Axiata Group Berhad, perusahaan telekomunikasi Malaysia, sedang mengevaluasi rencana pembelian PT Axis Telekom Indonesia, operator seluler Axis. Penawaran pembelian terhadap Axis ini dilakukan melalui PT XL Axiata Tbk (EXCL), anak usaha Axiata Group di Indonesia.


PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID), emiten properti, mencatatkan kenaikan pendapatan usaha menjadi Rp 47 miliar pada kuartal I 2013, naik 56,6% dibanding periode sama tahun lalu Rp 30 miliar. Kenaikan pendapatan sebagian besar didorong oleh peningkatan jumlah kamar dan tingkat hotel yang dimiliki perseroan. Laba bersih perseroan juga naik tipis dari Rp 2 miliar menjadi Rp 3 miliar.

PT Sarana Multigriya Finansial  (SMF), perusahaan pembiayaan perumahan, berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap III sebesar Rp 1,18 triliun pada semester II 2013. Dana pernbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk merealisasikan target penyaluran pendanaan untuk pembiayaan perumahan senilai Rp 3,5 triliun.

Rencana PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) untuk meningkatkan kontribusi pendapatan dari sektor jasa keuangan mulai membuahkan hasil. Berdasarkan laporan keuangan, kontribusi pendapatan Bhakti dari sektor jasa keuangan meningkat jadi 7,75% pada kuartal I 2013 dibandingkan peridoe sama tahun lalu yang hanya 7%. Pendapatan sektor jasa keuangan hingga Maret 2013  tumbuh 38,7% menjadi Rp 201 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 145 miliar.

Bad Week for ...

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), badan usaha milik negara di sektor distribusi dan transmisi gas, menyatakan pipa transmisi gas ruas Sumatera Selatan-Jawa yang berada di bawah laut mengalami kebocoran pada Selasa pagi. Lokasi kebocoran berada pada 23 meter di bawah laut pada jalur Labuhan Maringgai-Muara Bekasi, di sekitar Pulau Damar, Kepulauan Seribu. Perseroan telah melokalisai sekitar wilayah kebocoran untuk menghindari dampak yang membahayakan bagi keselamatan transportasi kelautan, nelayan, dan operasional penyaluran gas bumi.  

Freeport-McMoRan Copper and Gold Inc, induk usaha PT Freeport Indonesia, akan mengevaluasi seluruh operasi bawah tanah pada tambang Grasberg, Papua setelah runtuhnya fasilitas latihan di Big Gossan. Perseroan  bekerja sama dengan tim investigasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan menyelidiki runtuhnya fasilitas latihan tersebut.

Divestasi PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) senilai Rp 6,7 triliun kembali gagal setelah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan tidak ada satupun calon investor yang memenuhi persyaratan administratif. LPS telah menutup pendaftaran divestasi Bank Mutiara bagi calon investor yang berminat pada 15 Mei 2013. Lembaga itu juga telah melakukan penilaian dan prakualifikasi terhadap berkas calon investor yang mendaftar.  Berdasarkan penilaian dan prakualifikasi, tidak terdapat calon investor yang memenuhi persyaratan administrative, sehingga proses penjualan saham Bank Mutiara dinyatakan selesai.

Kinerja saham emiten pelayaran yang tercatat di Bursa Efek Indonesia cenderung kurang mendpat apresiasi investor. Kinerja saham lima emiten palayaran dari 13 emiten di sektor tersebut, melemah sepanjang Januari-Mei 2013. Kelima saham yang emiten pelayaran yang  terkoreksi harganya adalah PT Pelayaran Tempuran Mas Tbk (TPMA) 23,32%, PT Rigs Tenders Indonesia Tbk (RIGS) terkoreksi 16,48%, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) turun 16,96%, PT Pelayaran Nely Dwi Putri Tbk (NELY) turun 6,03%, dan PT Samudera Indonesia Tbk  (SMDR) turun 5,59%.

Our Latest Event

Economic Outlook 2013

Menjaga Pertumbuhan Pasar Modal dan Sektor Riil di Tengah Krisis Global
Hotel Dharmawangsa, Jakarta
19 Desember 2012

President Director PT Bakrie Telecom Tbk Anindya Bakrie yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia memaparkan perspektif pelaku usaha mengantisipasi dinamika ekonomi nasional dan global

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

President Director PT Bakrie Telecom Tbk Anindya Bakrie yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia memaparkan perspektif pelaku usaha mengantisipasi dinamika ekonomi nasional dan global
Taimur Baig, Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank menjelaskan proyeksi makro ekonomi di tengah ancaman krisis Eropa dan Amerika Serikat

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Taimur Baig, Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank menjelaskan proyeksi makro ekonomi di tengah ancaman krisis Eropa dan Amerika Serikat
Keynote Speaker Seminar, Ilham Akbar Habibie  menilai industri manufaktur Indonesia seharusnya menjadi pilar ketiga dari ekonomi untuk mengamankan  konsumsi domestik dan ekspor. Saat ini kekuatan industri manufaktur Indonesia berada di sektor tekstil, makanan, otomotif dan industri sepeda motor

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Keynote Speaker Seminar, Ilham Akbar Habibie menilai industri manufaktur Indonesia seharusnya menjadi pilar ketiga dari ekonomi untuk mengamankan konsumsi domestik dan ekspor. Saat ini kekuatan industri manufaktur Indonesia berada di sektor tekstil, makanan, otomotif dan industri sepeda motor
Para pembicara seminar (dari kiri ke kanan): Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia: Ito Warsito, Moderator: Kodrat Wibowo, Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank: Taimur Baig, dan Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Anindya Bakrie

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Para pembicara seminar (dari kiri ke kanan): Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia: Ito Warsito, Moderator: Kodrat Wibowo, Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank: Taimur Baig, dan Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Anindya Bakrie
Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri, Anindya Bakrie menyatakan pertumbuhan 2013 harus dijaga dengan mempertahankan kondisi ekonomi dalam negeri yang terfokus pada upaya menjaga fundamental yang saat ini cukup baik

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri, Anindya Bakrie menyatakan pertumbuhan 2013 harus dijaga dengan mempertahankan kondisi ekonomi dalam negeri yang terfokus pada upaya menjaga fundamental yang saat ini cukup baik
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito, menyatakan pasar modal domestik masih berpotensi mengalami pertumbuhan yang tinggi

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito, menyatakan pasar modal domestik masih berpotensi mengalami pertumbuhan yang tinggi
Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Ilham Akbar Habibie yang bertindak sebagai keynote speaker seminar menjelaskan pandangannya mengenai peningkatan produktivitas dan nilai tambah produk nasional melalui inovasi dan teknologi

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Ilham Akbar Habibie yang bertindak sebagai keynote speaker seminar menjelaskan pandangannya mengenai peningkatan produktivitas dan nilai tambah produk nasional melalui inovasi dan teknologi
Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank Taimur Baig bersama para pembicara seminar lain mempertontonkan karikatur yang diterima panitia sebagai cenderamata acara

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank Taimur Baig bersama para pembicara seminar lain mempertontonkan karikatur yang diterima panitia sebagai cenderamata acara
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito
Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Ilham Akbar Habibie

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Ilham Akbar Habibie
X close
Loading
X close