Monday, 20 May 2013 10:02 (GMT+7)

Pendapatan PLN hingga April Naik 13%

BY Ignasius Laya

JAKARTA – Penjualan listrik PT PLN (Persero), badan usaha milik negara di sektor ketenagalistrikan, membukukan pendapatan dari penjualan listrik sebesar Rp 46 triliun untuk periode Januari-April 2013 naik 13% dibanding…

Pengembangan Energi Angin Belum Komersial

BY Dudi Rahman

JAKARTA- Pengembangan energi angin di Indonesia saat ini sangat lamban, karena baru mencapai 2 megawatt dengan aplikasi off grid, hibrid…

Bhimasena Power Diminta Segera Bangun PLTU Batang

BY Akmal Hidayat & Ignasius Laya

JAKARTA – Pemerintah meminta PT Bhimasena Power Indonesia, perusahaan konsorsium PT Adaro Power, anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO)…

Pertamina Tender Ulang Proyek EPC PLTP Kamojang

BY Ignasius Laya

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak dalam pengembangan panas bumi, akan melakukan tender ulang…

Pertamina Tender Ulang Proyek EPC PLTP Kamojang

BY Ignasius Laya

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak dalam pengembangan panas bumi, akan melakukan tender ulang…

Pemerintah akan Terbitkan Sembilan Jenis Aturan

BY Wilda Asmarini

Susilo Siswoutomo, Wakil Menteri ESDM, mengatakan untuk mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi Kementerian ESDM akan mengeluarkan sekitar sembilan jenis aturan. "Peraturan…

Target Produksi Bioethanol Berpotensi Tidak Tercapai

BY Wilda Asmarini

JAKARTA - Target produksi bioethanol sebesar 100 ribu kilo liter (kl) pada tahun ini terancam tidak tercapai, jika Harga Indeks…

Pemenang Lelang 12 Wilayah Kerja Panas Bumi Diultimatum

BY Wilda Asmarini

JAKARTA – Pemerintah memberi batas tenggat waktu (deadline) hingga 31 Desember 2014 kepada 12 pemenang lelang wilayah kerja panas bumi…

Kontribusi Konsumsi BBM PLN Tahun Ini Diperkirakan Naik

BY Wilda Asmarini

JAKARTA - Kontribusi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dalam bauran energi primer pembangkit listrik PT PLN (Persero) berpotensi naik menjadi…

Harga Turun, Asumsi Perubahan ICP Dievaluasi

BY Wilda Asmarini

JAKARTA - Pemerintah tidak akan mengubah asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) hingga US$ 110 per barel dalam Rancangan Anggaran…

Penerapan Sistem Pengendalian BBM Tunggu SKB Tiga Menteri

Subsidi Listrik Berpotensi Naik

Beban Bunga Tahan Kenaikan Laba Bersih Eterindo

APBNP 2013 Baru Tuntas Pertengahan Juni

Proyek Gas Metana Batubara Mulai Beroperasi

Pemerintah Minta Kuota BBM Bersubsidi Ditambah

Medco Evaluasi Mitra Strategis untuk Bisnis Ethanol

Fee Sistem RFID Rp 18 Per Liter

Pengurangan Subsidi BBM Terbatas Opsi Paling Moderat

Hiswana Migas Kembangkan 30 Proyek BBG Tahun Ini

Pemerintah Minta Tambahan Kuota BBM Bersubsidi

Pemerintah akan Tambah Pasokan Solar Bersubsidi

Aset Radiant Lebih Produktif

BY Rahmawati & Wilda Asmarini

JAKARTA – PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) tercatat memiliki perputaran aset lebih cepat dibanding emiten jasa migas lain, PT Elnusa Tbk (ELSA). Menurut Departemen…

Central Omega akan Tuntaskan Studi Kelayakan Smelter

BY Ignasius Laya

JAKARTA – PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), emiten tambang nikel, akan merampungkan studi kelayakan (feasibility study/FS) pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel dalam…

Harum Target Tuntaskan Akuisisi Tambang Baru Tahun Ini

BY Ignasius Laya

JAKARTA – PT Harum Energy Tbk (HRUM), emiten batubara, berencana mengakuisisi tambang batubara di Kalimantan. Ray A. Gunara, Direktur Utama Harum Energy, mengungkapkan perseroan sedang…

Good Week for ...

PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) dan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI), dua emiten minuman beralkohol, mencatat profitabilitas yang tergolong solid sepanjang kuartal I 2013. Soliditas tersebut ditunjukkan margin kotor dan margin usaha kedua emiten yang mencapai kisaran puluhan persen. Margin kotor Delta Djakarta tercatat 70,04% dan margin usaha 40,77% sedangkan Multi Bintang margin kotor 65,42% dan margin usaha 47,21%.  Delta mencatatkan laba kotor Rp 150,01 miliar, laba usaha Rp 87,32 miliar dan laba bersih Rp 69,2 miliar. Sedangkan Multi Bintang mencatatkan laba kotor RP 973,37 miliar, laba usaha Rp 702,35 miliar, dan laba bersih Rp 525,37 miliar.

Dana Pensiun PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyiapkan dana sebesar Rp 300 milia runtuk menambah portofolio investasi di instrumen penyertaan langsung pada kuartal III 2013. Menurut diperksi, perusahaan akan membeli satu perusahaan yang bergerak di bidang properti untuk menambah investasi penyertaan langsung.

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), perusahaan multifinance skala besar, mendapatkan pinjaman sindikasi sebesar Rp 500 miliar pada awal April 2013. Menurut direksi, pinjaman sindikasi berbentuk pinjaman berjangka (term loan) tersebut akan digunakan perseroan untuk membiayai modal kerja tahun ini.

PT Pegadian (Persero), perusahaan gadai skala besar milik pemerintah, mendapatkan izin dari  Kementerian BUMN untuk menerbitkan obligasi sebesar Rp 7 triliun. Menurut direksi,  izin penerbitan obligasi yang diberikan tersebut lebih tinggi dari usulan sebelumnya  sebesar Rp 5 triliun.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten energi dan infrastruktur dalam kelompok usaha Sinarmas, menargetkan pendapatna 2013 sebesar US$ 75 juta, naik 19% dibanding realisasi tahun lalu US$ 629 juta. Kenaikan pendapatan ditopang oleh segmen usaha pertambangan dan perdagangan batubara melalui anak usahanya, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).

PT Metropolitan Land Tbk (MTLA), emiten properti, menargetkan pendapatan tumbuh minimal 25% hingga 30% pada 2014-2015. Perseroan memperkirakan tahun ini menyamai pertumbuhan tahun lalu yang sekitar 30%.

Bad Week for ...

PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) mencatatkan laba bersih konsolidasi turun 38,96% menjadi Rp 3,76 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 6,17 miliar. Penurunan laba bersih tersebut didorong penurunan pendapatan menjadi Rp 21,61 miliar, berkurang 4,28% dibanding periode sama 2012 sebesar Rp 22,58 miliar. Penurunan laba bersih juga didorong kenaikan beban usaha 12,28% menjadi Rp 9,65 miliar.

PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON), produsen besi beton polos,  membukukan laba bersih sebesar Rp 3,87 miliar sepanjang kuartal I 2013, turun 45,57% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 7,11 miliar. Penurunan laba bersih didorong oleh penurunan pendapatan menjadi Rp 25,35 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 44,93 miliar.  

Margin laba sebelum  biaya bunga, pajak, amortisasi, dan depresiasi (EBITDA) PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), emiten menara telekomunikasi, berpotensi turun pada kuartal II 2013. Penurunan ini tertait dengan ekspansi perseroan  yang akan membangun 800-1.000 menara telekomunikasi. Berdasarkan kinerja di kuartal I 2013, margin EBITDA perseroan turun 3,5% menjadi 83,5% dari 87% pada kuartal I 2012. Sementara EBITDA naik 46,2% menjadi Rp 135,8 miliar dari Rp 92,9 miliar dan laba periode berjalan tumbuh 28,9% menjadi Rp 51,8 miliar dari Rp 40,2 miliar.

Our Latest Event

Economic Outlook 2013

Menjaga Pertumbuhan Pasar Modal dan Sektor Riil di Tengah Krisis Global
Hotel Dharmawangsa, Jakarta
19 Desember 2012

President Director PT Bakrie Telecom Tbk Anindya Bakrie yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia memaparkan perspektif pelaku usaha mengantisipasi dinamika ekonomi nasional dan global

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

President Director PT Bakrie Telecom Tbk Anindya Bakrie yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia memaparkan perspektif pelaku usaha mengantisipasi dinamika ekonomi nasional dan global
Taimur Baig, Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank menjelaskan proyeksi makro ekonomi di tengah ancaman krisis Eropa dan Amerika Serikat

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Taimur Baig, Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank menjelaskan proyeksi makro ekonomi di tengah ancaman krisis Eropa dan Amerika Serikat
Keynote Speaker Seminar, Ilham Akbar Habibie  menilai industri manufaktur Indonesia seharusnya menjadi pilar ketiga dari ekonomi untuk mengamankan  konsumsi domestik dan ekspor. Saat ini kekuatan industri manufaktur Indonesia berada di sektor tekstil, makanan, otomotif dan industri sepeda motor

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Keynote Speaker Seminar, Ilham Akbar Habibie menilai industri manufaktur Indonesia seharusnya menjadi pilar ketiga dari ekonomi untuk mengamankan konsumsi domestik dan ekspor. Saat ini kekuatan industri manufaktur Indonesia berada di sektor tekstil, makanan, otomotif dan industri sepeda motor
Para pembicara seminar (dari kiri ke kanan): Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia: Ito Warsito, Moderator: Kodrat Wibowo, Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank: Taimur Baig, dan Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Anindya Bakrie

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Para pembicara seminar (dari kiri ke kanan): Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia: Ito Warsito, Moderator: Kodrat Wibowo, Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank: Taimur Baig, dan Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Anindya Bakrie
Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri, Anindya Bakrie menyatakan pertumbuhan 2013 harus dijaga dengan mempertahankan kondisi ekonomi dalam negeri yang terfokus pada upaya menjaga fundamental yang saat ini cukup baik

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri, Anindya Bakrie menyatakan pertumbuhan 2013 harus dijaga dengan mempertahankan kondisi ekonomi dalam negeri yang terfokus pada upaya menjaga fundamental yang saat ini cukup baik
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito, menyatakan pasar modal domestik masih berpotensi mengalami pertumbuhan yang tinggi

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito, menyatakan pasar modal domestik masih berpotensi mengalami pertumbuhan yang tinggi
Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Ilham Akbar Habibie yang bertindak sebagai keynote speaker seminar menjelaskan pandangannya mengenai peningkatan produktivitas dan nilai tambah produk nasional melalui inovasi dan teknologi

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Ilham Akbar Habibie yang bertindak sebagai keynote speaker seminar menjelaskan pandangannya mengenai peningkatan produktivitas dan nilai tambah produk nasional melalui inovasi dan teknologi
Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank Taimur Baig bersama para pembicara seminar lain mempertontonkan karikatur yang diterima panitia sebagai cenderamata acara

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank Taimur Baig bersama para pembicara seminar lain mempertontonkan karikatur yang diterima panitia sebagai cenderamata acara
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito
Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Ilham Akbar Habibie

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Ilham Akbar Habibie
X close
Loading
X close