Thursday, 20 June 2013 09:04 (GMT+7)

Bentoel Peroleh Pinjaman Rp 5,3 Triliun

BY Andryanto Suwismo

JAKARTA - PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA), emiten produsen rokok pemilik pangsa pasar terbesar keempat di Indonesia, memperoleh pinjaman senilai Rp 5,3 triliun dari perusahaan terafiliasi, Rothmands Far East…

21 May 2013 | Tobacco

Wismilak Targetkan Margin Kotor Naik 278 Basis Poin

BY Hadi Saksono & Romana Celsa Dona

JAKARTA – PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), emiten produsen rokok, menargetkan margin kotor di 2013 naik 78 basis poin-278…

15 May 2013 | Tobacco

Margin Usaha Wismilak Tumbuh Dibanding Pesaing

BY Hadi Saksono & Romana Celsa Dona

JAKARTA - PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), emiten rokok yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia pada akhir 2012,…

13 May 2013 | Tobacco

Profitabil​itas Dua Emiten Rokok Turun

BY Hadi Saksono

JAKARTA – PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dua emiten rokok, mencatatkan penurunan profitabilitas…

19 Apr 2013 | Tobacco

Margin Kotor Emiten Rokok Tertekan

BY Andryanto Suwismo & Romana Celsa Dona

JAKARTA - Empat emiten rokok, yakni PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bentoel Internasional Investama…

09 Apr 2013 | Tobacco

Margin Usaha Wismilak Tumbuh Tertinggi

BY Andryanto Suwismo & Romana Celsa Dona

JAKARTA - PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), emiten produsen rokok, mencatatkan pertumbuhan profitabilitas tertinggi dibanding emiten pesaingnya, yakni PT…

01 Apr 2013 | Tobacco

Pelemahan Margin Tekan Laba Gudang Garam

BY Hadi Saksono

JAKARTA – PT Gudang Garam Tbk (GGRM), emiten produsen rokok pemilik pangsa pasar terbesar kedua di Indonesia, mencatat penurunan margin…

18 Mar 2013 | Tobacco

Margin Kotor HM Sampoerna Turun 97 Basis Poin

BY Hadi Saksono

JAKARTA – PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), emiten produsen rokok, mencatat penurunan margin kotor sebesar 97 basis poin sepanjang…

08 Mar 2013 | Tobacco

Pertumbuhan Industri Rokok Kretek Terhambat Regulasi

BY Hadi Saksono

JAKARTA – Regulasi baru yang diterapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat…

01 Mar 2013 | Tobacco

Wismilak targetkan kenaikan laba 34% di 2013

BY Akmal Hidayat

JAKARTA - PT Wismilak Inti Makmur,Tbk (WIIM), emiten produsen rokok, menargetkan laba bersih pada tahun ini sebesar Rp 100 miliar,…

30 Jan 2013 | Tobacco

Pembatasan Rokok Idealnya Diatur Undang-Undang

28 Jan 2013 | Tobacco

Produsen Rokok Naikkan Harga Jual Imbangi Cukai

25 Jan 2013 | Tobacco

Cukai Rokok Diusulkan 65% dari Harga Jual

16 Jan 2013 | Tobacco

Pembatasan Rokok Belum Efektif Tekan Konsumsi

14 Jan 2013 | Tobacco

Aturan Baru Pembatasan Rokok Dinilai Terlalu Lunak

11 Jan 2013 | Tobacco

Penjualan Rokok Berpotensi Turun

11 Jan 2013 | Tobacco

Penjualan Rokok Berpotensi Turun

10 Jan 2013 | Tobacco

Peredaran, Produksi, dan Iklan Rokok Dibatasi

08 Jan 2013 | Tobacco

Produksi Rokok Diproyeksi Tumbuh 4% hingga 2014

04 Jan 2013 | Tobacco

Kenaikan Cukai Belum Pengaruhi Konsumsi Rokok

19 Dec 2012 | Tobacco

Wismilak Targetkan Kapasitas Produksi Naik 20%

10 Dec 2012 | Tobacco

Belanja Modal Wismilak di 2013 untuk Tambah Kapasitas

Kalbe Farma Tarik 3,9 Miliar Saham

BY Hadi Saksono

JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), emiten farmasi, berencana menarik seluruh saham yang telah dibeli kembali sebagai saham perbendaharaan (treasury stocks) sebanyak 3,9 miliar…

Restrukturisasi Utang Asia Fibers Selesai Tahun Ini

BY Hadi Saksono

JAKARTA – PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY), emiten produsen serat sintetis, menargetkan restrukturisasi utang selesai tahun ini, menurut direksi perseroan. Restrukturisasi utang diharapkan bisa…

Fortune Lepas Anak Usaha pada Oktober-November

BY Nurmayanti

JAKARTA (IFT) -  PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), emiten periklanan dan jasa kehumasan (public relations) akan melepas kepemilikan 50% saham anak usaha PT Fortune Travindo…

Good Week for ...

PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya meminta relaksasi agar pembatasan kegiatan usaha dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan. Menurut direksi perseroan, relaksasi ini dilakukan sesuai dengan permitnaan calon investor baru kepada Bumi Asi. Relaksasi ini menjadi salah satu syarat bagi investor untuk masuk menjadi pemegang saham perusahaan. Investor akan menyuntikkan dana jika OJK memberikan relaksasi.

Mitsubishi Corporation, perusahaan multibisnis asal Jepang, menjual sekitar 4,20 atau setara 158,389 juta saham yang dimiliki perusahaan di PT Sumber Alfaria Jaya Tbk (AMRT), emiten ritel barang konsumsi harian. Dari penjualan terebut, Mitsubishi meraih dana senilai Rp 713,70 miliar dengan harga penjualan per saham sebesar 39,38 yen.

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), emiten ritel dan distribusi, menggunakan anggaran belanja modal sebeasr Rp 300 miliar pada lima bulan pertama tahun ini, atau sekitar sepertiga dari total belanja modal yang dianggarkan tahun ini sebesar Rp 900 miliar. Menurut eksekutif perusahaan, sebagian besar dana tersebut telah terserap untuk menambah 106 gerai.

PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS), emiten kabel, tahun ini menaikkan anggaran belanja modal masing-masing 38,88 dan 25% menjadi Rp 25 miliar dan Rp 70 miliar. Kenaikan belanja modal untuk mendukung target pertumbuhan penjualan perseroan masing-masing sebesar 30,68% dan 16,2% menjadi Rp 1,61 triliun dan Rp 2,87 triliun.

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), emiten perkebunan kelapa sawit dan karet, mengalokasikan sebagian belanja modal untuk ekspansi pabrik guna meningkatkan volume penjualan. Eksekutif perseroan menyatakan, Sampoerna Agro akan berinvestasi sekitar Rp 100 miliar untuk ekspansi pabrik kelapa sawit di Kalimantan Barat.

PT Indosat Tbk (ISAT), emiten telekomunikasi, menyiapkan dua opsi pembiayaan untuk membayar utang jatuh tempo Agustus tahun ini yang mencapai Rp 2,7 triliun. Dua opsi tersebut adalah menggunakan dana kas internal dan pinjaman bank. Masing-masing opsi digunakan secara seimbang, baik kas internal maupun pinjaman beberapa bank. Perseroan enggan menyebutkan nama-nama bang yang dimaksud.  

PT Asuransi Wahana Tata, perusahaan asuransi kerugian skala besar, menargetkan hingga akhir tahun porsi kendaraan bermotor akan meningkat jadi 38% dari sebelumnya sekitar 34 terhadap total pendapatan premi. Menurut direksi perusahaan, peningkatan porsi kendaraan bermotor untuk mengantisipasi berkurangnya kontribusi bisnsi properti.

Sejumlah perusahaan multifinance berencana menaikkan suku bunga penyaluran pembiayaan pascakenaikan BI Rat sebesar 25 basis poin menjadi 6. Menurut direksi multifinance, kenaikan suku bunga ini akan sangat bergantung pada kondisi suku bunga perbankan. Direksi perseroan menyatakan, kenaikan suku bunga penyaluran pembiayaan ini akan sangat bergantung pada cost of fund perusahaan dan  kondisi pasar.

PT Permodalan Nasional Madani, perusahaan pembiayaan UMKM milik pemerintah, menawarkan premium kupon sebesar 229 basis poin hingga 329 basis poin. Premium kupon ini didasarkan pada obligasi pemerintah yang memiliki jangka waktu sama. Perseroan menawarkan kupon obligasi sebesar 8,25%-9,25 untuk obligasi  senilai Rp 1 triliun berjangka waktu setahun. .

Bad Week for ...

Profitabilitas delapan emiten batubara berpotensi tergerus akibat kenaikan beban royalti pada tahun depan. Peraturan pemeritnah terkait kenaikan royalti akan semakin tidak menguntungkan emiten batubara. Selain harus menghadapi tingginya royalti atas kepemilikan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan  Batubara (PKP2B), emiten juga harus membayar royalti yang lebih tinggi atas kepemilikan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Delapan emiten batubara berpotensi tergerus profitabilitasnya dengan kisaran 3%-31% adalah PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Resource Alam Indonesia (KKGI), PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA), PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

X close
Loading
X close