Wednesday, 19 June 2013 16:00 (GMT+7)

Fortune Lepas Anak Usaha pada Oktober-November

BY Nurmayanti

JAKARTA (IFT) -  PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), emiten periklanan dan jasa kehumasan (public relations) akan melepas kepemilikan 50% saham anak usaha PT Fortune Travindo pada Oktober-November 2012. Pelepasan saham…

23 Jul 2012 | Advertising/Marketing

Fortune Perkirakan Kontribusi Idul Fitri Capai 15% ke Total Pendapatan

Anggaran belanja iklan pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp 70,5 riliun, naik dari 2011 yang sebesar Rp 60 triliun. (IFT/DINUL MUBAROK)

BY Adi Teguh & Nurmayanti

JAKARTA (IFT) - PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), emiten periklanan dan jasa kehumasan (public relation), menyebutkan pelaksanaan Ramadhan dan Idul…

07 Jun 2012 | Advertising/Marketing

DHL Bangun Empat Gudang Hingga 2013

BY Nurmayanti

JAKARTA (IFT) - PT DHL Exel Supply Chain Indonesia, perusahaan jasa ekspres dan logistik dari Jerman, berencana membangun empat gudang…

28 Jul 2011 | Advertising/Marketing

Pangsa Pasar LG Capai 35% di Semester I

Gabungan Eelektronik memperkirakan penjualan elektronik nasional pada semester I tahun ini mencapai Rp 11,6 triliun. (BLOOMBERG/DENIS DOYLE)

BY Safrezi Fitra

JAKARTA (IFT) - Pangsa pasar PT LG Electronics Indonesia di pasar elektronik nasional hingga semester I 2011 mencapai 35%, meningkat…

16 Mar 2011 | Advertising/Marketing

Valuasi Saham Sektor Konsumsi Relatif Premium

BY Monalisa, Hadi Saksono

JAKARTA (IFT) -- Dalam periode 2006 hingga saat ini, investor relatif memberikan valuasi premium terhadap saham-saham sektor konsumsi. Hal ini…

Unilever Naikkan Harga Jual Produk 5%

BY Ekarina & Hadi Saksono

JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), emiten produsen barang konsumsi harian, menaikkan harga jual produk rata-rata sebesar 4%-5% sepanjang Januari-April 2013, menurut direksi perseroan.…

Bentoel Peroleh Pinjaman Rp 5,3 Triliun

BY Andryanto Suwismo

JAKARTA - PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA), emiten produsen rokok pemilik pangsa pasar terbesar keempat di Indonesia, memperoleh pinjaman senilai Rp 5,3 triliun dari…

Tri Banyan Targetkan Dana Rights Issue Rp 508 Miliar

BY Hadi Saksono

JAKARTA - PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO), emiten produsen air minum kemasan, berencana melepas 782 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 per…

Good Week for ...

Good Week for...
PT Bosowa Corporindo, perusahaan investasi skala besar, telah mengakuisisi 1,1 miliar saham PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) atau sebanyak 14. Menurut direksi, Bosowa membeli saham tersebut dengan harga RP 1.050 per saham atau sebesar Rp 1,17 triliun. Bosowa merealisasikan pembelian saham Bukopin pada 13 Juni 2013.

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, perusahaan perkebunan gula milik pemerintah, berencana menerbitkan obligasi I 2013 senilai total Rp 700 miliar. Dari hasil penerbitan obligasi, sebesar 39% di antaranya dialokasikan untuk peluasan kredit dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan 61% dialokasikan untuk belanja modal dan modal kerja di 11 unit pabrik gula.

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dan PT Tunas Baru Lampung (TBLA), dua emiten perkebunan sawit, menganggarkan belanja modal tahun ini masing-masing sebesar Rp 360 miliar dan Rp 50 miliar untuk pembangunan pabrik kelapa sawit. Dengan pembangunan pabrik, kapasitas produksi perseroan akan meningkat 16,6% hingga 36%.

PT Astra International Tbk (ASII), melalui PT Toyota Astra Motor, anak usaha (joint venture) yang 1 sahamnya dimiliki perseroan, menjual tanah kepada anak perusahaan Astra lainnya, yaitu PT Menara Astra senilai Rp 432,3 miliar. Transaksi afiliasi tersebut antara lain bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah atas tanah yang rencananya dibangun menjadi apartemen dan gedung perkantoran.

PT Chanda Asri Petrokimia Tbk (TPIA), melalui anak usaha PT Petrokimia Butadiene Indonesia, membentuk usaha patungan dengan Compagnie Financiere Groupe Michelin, untuk membangun pabrik synthetic rubber senilai US$ 43 juta. Struktur kepemilikan saham dari perusahaan patungan tersebut antara lain  55% akan dikuasai Michelin dan 45% dipegang Petrokimia Butadiene.

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), perusahaan teknologi informasi anak usaha PT Multipolar Tbk (MLPL), menargetkan dana  dari hasil pelepasan saham perdana (IPO) sebear Rp 19,4 miliar hingga Rp 187, miliar. Dana IPO tersebut antara lain digunakan sebagai belanja modal dan untuk melunasi utang ke induk usaha yang jatuh tempo tahun ini.

PT PLN (Persero), badan usaha milik negara di sektor ketenagalistrikan, menyatakan masih mampu memenuhi kebutuhan belanja modal tahun ini sebesar Rp 60 triliun. Dana tersebut berasal dari pinjaman pemerintah senilai Rp 9,8 triliun, dana dari penerbitan obligasi dan sukuk  ijarah berkelanjutan I senilai Rp 10 triliun dan Rp 2 triliun juga dari kas internal senilai Rp 20 triliun.

PT Asuransi Jiwa Bakrie Life, perusahaan asuransi jiwa milik Grup Bakrie, berencana membayar kewajiban kepada nasabahnya sebesar Rp 13 miliar. Kewajiban tersebut akan dibayarkan dalam dua tahap, masing-masing senilai Rp 62, miliar.

PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA sedang menawarkan obligasi subordinasi (subdebt) sebesar Rp 700 miliar berjangka waktu tujuh tahun. Perusahaan menawarkan kupon obligasi sebesar 10,5% hingga 11,5% atau memberikan premium kupon 427 basis poin hingga 611 basis poin.

Bad Week for ...

Lima kontraktor tambang batubara tercatat memiliki aset yang kurang produktif pada kuartal I 2013 dibandingkan periode sama 2012. Kelima kontraktor tambang itu adalah PT Samindo Resources TBk (MYOH), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT ABM Investama Tbk (ABMM), dan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). Perputaran aset lima emiten kontraktor tambang lebih lambat antara 0,04 kali hingga 1,73 kali.

PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME), emiten properti perhotelan, mengestimasi rugi bersih Rp 2 miliar pada kuartal I 2013 untuk menutupi kerugian pada 2012 sebesar Rp 9 miliar akibat rugi kurs. Hingga kuartal I 2013, perseroan mencatat pendapatan senilai Rp 10 miliar dari target akhir tahun Rp 47 miliar.

Otoritas Jasa Keuangan telah memasukkan PT Asuransi Jiwa Bumi Jasi Jasa ke dalam pengawasan khusus setelah memberikan  sanksi pembatasan kegiatan usaha. Menurut pejabat perusahaan, hingga saat ini Bumi Asih memiliki kewajiban sebesar Rp 1,3 triliun. Jumlah kewajiban  perusahaan ini lebih besar dari aset inti perusahaan yang hanya sekitar Rp 533 miliar.

X close
Loading
X close