Laba Bersih Dua Emiten Kabel Naik di Atas 30%
JAKARTA – Dua emiten kabel, PT Voksel Electric Tbk (VOKS) dan PT Supreme Cable Manufacturing and Commerce Tbk (SCCO) mencatat…
JAKARTA – PT Supreme Cable Manufacturing and Commerce Tbk (SCCO), emiten kabel, mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 55 miliar tahun ini, stagnan dibanding alokasi belanja modal tahun lalu. Sementara PT…
JAKARTA – Dua emiten kabel, PT Voksel Electric Tbk (VOKS) dan PT Supreme Cable Manufacturing and Commerce Tbk (SCCO) mencatat…
JAKARTA - PT Voksel Electric Tbk (VOKS) dan PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI), dua emiten produsen kabel, berencana…
JAKARTA - Sekitar 15 perusahaan asal Jepang berencana melakukan relokasi dan ekspansi bisnis di Indonesia tahun ini, menurut Kementerian Perindustrian.…
JAKARTA (IFT) - PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO) atau Sucaco memproyeksikan pendapatan tahun ini sama dengan realisasi…
JAKARTA (IFT) – Dua emiten kabel, PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI) dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS) mengalokasikan…
JAKARTA (IFT) - Pemerintah memastikan tahun ini perusahan teknologi dan smartphone asal Amerika Serikat, Apple Inc, akan berinvestasi di Indonesia.…
JAKARTA (IFT) – Dua emiten kabel, PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI) dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS), menargetkan…
JAKARTA (IFT) - Lima emiten kabel dalam sembilan bulan pertama 2012 tercatat memberikan kenaikan tingkat imbal hasil kepada pemegang saham…
JAKARTA (IFT) – Pemerintah optimistis Foxconn Technology Co, perusahaan perangkat telekomunikasi asal Taiwan, akan mulai beroperasi di Indonesia tahun ini.…
JAKARTA - PT Saratoga Investama Sedaya, perusahaan private equity, optimistis investasi di tiga segmen bisnis yakni produk dan jasa layanan consumer, infrastruktur, dan sumber daya…
JAKARTA - PT Asahimas Chemical, sister company dari PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG), akan menambah investasi US$ 300 juta - US$ 400 juta untuk…
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) PT Semen Baturaja akan terealisasi pada pekan kedua…
Good Week for ...PT Bukit Asam Tbk (PTBA), emiten perambangan batubara, diproyeksi tidak akan terpengaruh fluktuasi harga batubara karena produksi batubara perseroan telah kontrak dengan penyesuaian harga dilakukan setiap kuartal, semester, dan tahunan. Sejak 2012 hingga Amret 2013, Bukit Asam memiliki kontrak penjualan batubara jangka panjang mencapai 537,5 juta ton.
PT Asahimas Chemical, sister company dari PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG), akan menambah investasi US$ 300 juta-US$ 400 juta untuk ekspansi pabrik pengolahan bahan kimia hilir. Ekspansi tersebut rencananya direalisasikan akhir tahun ini di lokasi pabrik existing perseroan di Cilegon, Banten.
PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY), menargetkan pertumbuhan pendapatan usaha pada kurtal II 2013 secara tahunan lebih tinggi dibandingkan kuartal I. Hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan total pendapatan usaha mencapai Rp 3,2 triliun. Pada kuartal I, perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan secara tahunan sebesar 30% menjadi Rp 686 miliar.
Axiata Group Berhad, perusahaan telekomunikasi Malaysia, sedang mengevaluasi rencana pembelian PT Axis Telekom Indonesia, operator seluler Axis. Penawaran pembelian terhadap Axis ini dilakukan melalui PT XL Axiata Tbk (EXCL), anak usaha Axiata Group di Indonesia.
PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID), emiten properti, mencatatkan kenaikan pendapatan usaha menjadi Rp 47 miliar pada kuartal I 2013, naik 56,6% dibanding periode sama tahun lalu Rp 30 miliar. Kenaikan pendapatan sebagian besar didorong oleh peningkatan jumlah kamar dan tingkat hotel yang dimiliki perseroan. Laba bersih perseroan juga naik tipis dari Rp 2 miliar menjadi Rp 3 miliar.
PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), perusahaan pembiayaan perumahan, berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap III sebesar Rp 1,18 triliun pada semester II 2013. Dana pernbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk merealisasikan target penyaluran pendanaan untuk pembiayaan perumahan senilai Rp 3,5 triliun.
Rencana PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) untuk meningkatkan kontribusi pendapatan dari sektor jasa keuangan mulai membuahkan hasil. Berdasarkan laporan keuangan, kontribusi pendapatan Bhakti dari sektor jasa keuangan meningkat jadi 7,75% pada kuartal I 2013 dibandingkan peridoe sama tahun lalu yang hanya 7%. Pendapatan sektor jasa keuangan hingga Maret 2013 tumbuh 38,7% menjadi Rp 201 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 145 miliar.
Bad Week for ...PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), badan usaha milik negara di sektor distribusi dan transmisi gas, menyatakan pipa transmisi gas ruas Sumatera Selatan-Jawa yang berada di bawah laut mengalami kebocoran pada Selasa pagi. Lokasi kebocoran berada pada 23 meter di bawah laut pada jalur Labuhan Maringgai-Muara Bekasi, di sekitar Pulau Damar, Kepulauan Seribu. Perseroan telah melokalisai sekitar wilayah kebocoran untuk menghindari dampak yang membahayakan bagi keselamatan transportasi kelautan, nelayan, dan operasional penyaluran gas bumi.
Freeport-McMoRan Copper and Gold Inc, induk usaha PT Freeport Indonesia, akan mengevaluasi seluruh operasi bawah tanah pada tambang Grasberg, Papua setelah runtuhnya fasilitas latihan di Big Gossan. Perseroan bekerja sama dengan tim investigasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan menyelidiki runtuhnya fasilitas latihan tersebut.
Divestasi PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) senilai Rp 6,7 triliun kembali gagal setelah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan tidak ada satupun calon investor yang memenuhi persyaratan administratif. LPS telah menutup pendaftaran divestasi Bank Mutiara bagi calon investor yang berminat pada 15 Mei 2013. Lembaga itu juga telah melakukan penilaian dan prakualifikasi terhadap berkas calon investor yang mendaftar. Berdasarkan penilaian dan prakualifikasi, tidak terdapat calon investor yang memenuhi persyaratan administrative, sehingga proses penjualan saham Bank Mutiara dinyatakan selesai.
Kinerja saham emiten pelayaran yang tercatat di Bursa Efek Indonesia cenderung kurang mendpat apresiasi investor. Kinerja saham lima emiten palayaran dari 13 emiten di sektor tersebut, melemah sepanjang Januari-Mei 2013. Kelima saham yang emiten pelayaran yang terkoreksi harganya adalah PT Pelayaran Tempuran Mas Tbk (TPMA) 23,32%, PT Rigs Tenders Indonesia Tbk (RIGS) terkoreksi 16,48%, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) turun 16,96%, PT Pelayaran Nely Dwi Putri Tbk (NELY) turun 6,03%, dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) turun 5,59%.
Menjaga Pertumbuhan Pasar Modal dan Sektor Riil di Tengah Krisis Global
Hotel Dharmawangsa, Jakarta
19 Desember 2012
Returning User Please log in now to indonesiafinancetoday.com. To get full access the digital edition, log in here.