Penghargaan Kemanusiaan Lain
Ramon Magsaysay Award atau Hadiah Ramon Magsaysay, merupakan suatu hadiah penghargaan yang dibentuk pada bulan April 1957, dari amanat Rockefeller Brothers Fund (RBF) yang berpusat di Kota New York, Amerika Serikat. Dengan persetujuan dari pemerintah Filipina, hadiah ini diciptakan untuk mengenang Ramon Magsaysay, almarhum Presiden Filipina.
Tujuannya untuk menyebar-luaskan keteladanan integritasnya dalam menjalankan pemerintahan, kegigihannya dalam memberikan pelayanan umum, serta idealisme pragmatisnya dalam suatu lingkungan masyarakat yang demokratis.
Good Week for ...Laba bersih PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), emiten makanan yang mendiversifikasi usaha ke segmen beras dan sawit, pada kuartal I 2013 tumbuh 37,8% menjadi Rp 65,6 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 47,6 miliar. Pertumbuhan laba bersih antara lain ditopang oleh kenaikan penjualan.
PT Lautan Luas Tbk (LTLS), emiten kimia dasar, memulai penawaran atas penerbitan obligasi berkelanjutan I 2013 senilai total Rp 1,2 triliun dalam waktu dua tahun. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk pelunasan pinjaman perbankan.
PT Astra Honda Motor (AHM), produsen sepeda motor, merealisasikan pembangunan pabrik keempat di Kawasan Industri Indotaisei, Karawang, Jawa Barat, dengan investasi Rp 3,3 triliun. Pabrik baru yang dijadwalkan selesai pada 2014 itu nantinya memiliki kapasitas produksi sebesar 1,1 juta unit per tahun.
PT Jasa Marga Tbk (JSMR), emiten jalan tol, mengalokasikan investasi senilai Rp 8 triliun untuk membangun empat ruas jalan tol di Jawa Timur pada tahun ini, yaitu tiga ruas jalan tol baru dan satu proyek jalan tol pengganti. Keempat proyek jalan tol itu adalah Gempok-Pandaan, Gempol—Pasuruan, Surabaya-Mojokerto, dan relolasi kalan tol Porong-Gempol.
PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS), emiten jasa minyak dan gas bumi, tercata memiliki perputaran aset lebih cepat dibanding PT Elnusa Tbk (ELSA). Hal ini menunjukkan aset yang dimiliki Radiant lebih produktif dalam menghasilkan pendapatan. Selain lebih produktif, pada kuartal I 2013, perputaran aset Radiant naik 3% menjadi 34%, sedangkan Elnusa turun 1% menjadi 24%. Dengan aset yang meningkat 19%, pendapatan Radiant mampu naik 32% menjadi Rp 417 miliar.
Dana Pensiun PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), perusahaan dana pensiun skala besar, mencatatkan kenaikan hasil usaha bersih sebesar 10% hingga 20% menjadi Rp 680 miliar pada kuartal I 2013. Pertumbuhan hasil usaha bersih tersebut salah satunya ditopang oleh investasi saham.
Bad Week for ...Pendapatan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) dari biaya interkoneksi pada kuartal I 2013 tercatat negatif. Hal ini disebabkan biaya interkoneksi yang harus dibayar oleh kedua operator itu lebih tinggi dibandingkan pemasukan dari biaya interkoneksi. Pendapatan interkoneksi Telkom pada kuartal I tercatat Rp 1,145 triliun dan beban US$ 1,175 triliun. Sedangkan pendapatan interkoneksi XL Axiata tercatat Rp 749 miliar dan beban Rp 942 miliar.
PT Harum Energy Tbk (HRUM), emiten pertambangan batubara, mencatatkan penurunan laba bersih sepanjang kuartal I 2013 sebesar 26% menjadi US$ 7 juta dibaidngkan periode sama tahun lalu. Penurunan laba bersih perusahaan karena pengaruh dari harga batubara yang turun, sehingga menyebabkan laba lebih rendah dari tahun lalu.
PT Sinarmas Multiharta Tbk (SMMA), induk usaha sektor keuangan Grup Sinarmas, kemungkinan membatalkan rencana penerbitan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Menurut direksi, hingga saat ini pemegang saham Sinarmas Multiartha belum menemui kecocokan dengan calon investor yang akan membeli saham tersebut.
PT Majapahit Securities Tbk (AKSI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 541,83 juta sepanjang kuartal I 2013, turun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 914,49 juta. Penurunan laba tersebut disebabkan pendapatan pokok perseroan turun menjadi Rp 2,14 miliar dari periode sama tahun lalu Rp 2,60 miliar.
Laba bersih PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) mencatatkan penurunan sepanjang kuartal I 2013 sebesar 57,12% menjadi Rp 18,67 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 45,53 miliar. Penurunan itu disebabkan lonjakan beban operasional selain bunga bersih sebesar 95,7% menjadi Rp 68,89 miliar dari Rp 35,2 miliar. Lonjakan tersebut terjadi antara lain disebabkan adanyan kenaikan kerugian transaksi spot dan derivatif sebesar 50,47% menjadi Rp 60,46 miliar, beban tenaga kerja 29,03% menjadi Rp 45,82 miliar, dan turunnya keuntungan penjualan aset keuangan sebesar 79,27% menjadi Rp1,51 miliar.
MOST READ
Our Latest Event
Economic Outlook 2013
Menjaga Pertumbuhan Pasar Modal dan Sektor Riil di Tengah Krisis Global
Hotel Dharmawangsa, Jakarta
19 Desember 2012



