Penerbitan Reksa Dana Terproteksi Turun
JAKARTA (IFT) - Penerbitan reksa dana terproteksi oleh pelaku industri pada 2011 tercatat 91 produk, turun 29,67% dari akhir 2010 sebanyak 118 produk, berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Menurut direksi sejumlah perusahaan manajer investasi, penurunan ini disebabkan minimnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah dan korporasi yang menjadi aset dasar reksa dana tersebut.
Berdasarkan data Bapepam-LK, pada 2011 reksa dana konvensional terbuka mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi dibanding reksa dana terproteksi. Perusahaan manajer investasi menerbitkan reksa dana konvensional bersifat terbuka sebanyak 50 produk sepanjang 2011, naik 92,3% dari 2010 sebanyak 26 produk.
Good Week for ...PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) dan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI), dua emiten minuman beralkohol, mencatat profitabilitas yang tergolong solid sepanjang kuartal I 2013. Soliditas tersebut ditunjukkan margin kotor dan margin usaha kedua emiten yang mencapai kisaran puluhan persen. Margin kotor Delta Djakarta tercatat 70,04% dan margin usaha 40,77% sedangkan Multi Bintang margin kotor 65,42% dan margin usaha 47,21%. Delta mencatatkan laba kotor Rp 150,01 miliar, laba usaha Rp 87,32 miliar dan laba bersih Rp 69,2 miliar. Sedangkan Multi Bintang mencatatkan laba kotor RP 973,37 miliar, laba usaha Rp 702,35 miliar, dan laba bersih Rp 525,37 miliar.
Dana Pensiun PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyiapkan dana sebesar Rp 300 milia runtuk menambah portofolio investasi di instrumen penyertaan langsung pada kuartal III 2013. Menurut diperksi, perusahaan akan membeli satu perusahaan yang bergerak di bidang properti untuk menambah investasi penyertaan langsung.
PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), perusahaan multifinance skala besar, mendapatkan pinjaman sindikasi sebesar Rp 500 miliar pada awal April 2013. Menurut direksi, pinjaman sindikasi berbentuk pinjaman berjangka (term loan) tersebut akan digunakan perseroan untuk membiayai modal kerja tahun ini.
PT Pegadian (Persero), perusahaan gadai skala besar milik pemerintah, mendapatkan izin dari Kementerian BUMN untuk menerbitkan obligasi sebesar Rp 7 triliun. Menurut direksi, izin penerbitan obligasi yang diberikan tersebut lebih tinggi dari usulan sebelumnya sebesar Rp 5 triliun.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten energi dan infrastruktur dalam kelompok usaha Sinarmas, menargetkan pendapatna 2013 sebesar US$ 75 juta, naik 19% dibanding realisasi tahun lalu US$ 629 juta. Kenaikan pendapatan ditopang oleh segmen usaha pertambangan dan perdagangan batubara melalui anak usahanya, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).
PT Metropolitan Land Tbk (MTLA), emiten properti, menargetkan pendapatan tumbuh minimal 25% hingga 30% pada 2014-2015. Perseroan memperkirakan tahun ini menyamai pertumbuhan tahun lalu yang sekitar 30%.
Bad Week for ...PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) mencatatkan laba bersih konsolidasi turun 38,96% menjadi Rp 3,76 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 6,17 miliar. Penurunan laba bersih tersebut didorong penurunan pendapatan menjadi Rp 21,61 miliar, berkurang 4,28% dibanding periode sama 2012 sebesar Rp 22,58 miliar. Penurunan laba bersih juga didorong kenaikan beban usaha 12,28% menjadi Rp 9,65 miliar.
PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON), produsen besi beton polos, membukukan laba bersih sebesar Rp 3,87 miliar sepanjang kuartal I 2013, turun 45,57% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 7,11 miliar. Penurunan laba bersih didorong oleh penurunan pendapatan menjadi Rp 25,35 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 44,93 miliar.
Margin laba sebelum biaya bunga, pajak, amortisasi, dan depresiasi (EBITDA) PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), emiten menara telekomunikasi, berpotensi turun pada kuartal II 2013. Penurunan ini tertait dengan ekspansi perseroan yang akan membangun 800-1.000 menara telekomunikasi. Berdasarkan kinerja di kuartal I 2013, margin EBITDA perseroan turun 3,5% menjadi 83,5% dari 87% pada kuartal I 2012. Sementara EBITDA naik 46,2% menjadi Rp 135,8 miliar dari Rp 92,9 miliar dan laba periode berjalan tumbuh 28,9% menjadi Rp 51,8 miliar dari Rp 40,2 miliar.
MOST READ
Our Latest Event
Economic Outlook 2013
Menjaga Pertumbuhan Pasar Modal dan Sektor Riil di Tengah Krisis Global
Hotel Dharmawangsa, Jakarta
19 Desember 2012



