Wednesday, 19 June 2013 18:44 (GMT+7)

Saham Properti Masih Primadona

BY Monalisa, Andra Wisnu & Rheza Andhika Pamungkas

JAKARTA (IFT) – Para analis memperkirakan saham sektor properti masih menjadi primadona hingga akhir 2012.  Mastono Ali, Analis PT CIMB Securities Indonesia, mengatakan ada tiga faktor yang menjadi katalis penguatan saham sektor properti, yakni  pengesahan Undang-Undang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dan kenaikan peringkat utang Indonesia menjadi layak investasi (investment grade).

“Akibat langsung dari pengesahan undang-undang dan kenaikan peringkat utang Indonesia adalah investor asing jadi mencari lahan-lahan di Indonesia untuk menjadi basis produksi mereka. Ini meningkatkan prospek kinerja emiten properti,” kata Mastono.

To continue reading please subscribe or

Good Week for ...

Good Week for...
PT Bosowa Corporindo, perusahaan investasi skala besar, telah mengakuisisi 1,1 miliar saham PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) atau sebanyak 14. Menurut direksi, Bosowa membeli saham tersebut dengan harga RP 1.050 per saham atau sebesar Rp 1,17 triliun. Bosowa merealisasikan pembelian saham Bukopin pada 13 Juni 2013.

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, perusahaan perkebunan gula milik pemerintah, berencana menerbitkan obligasi I 2013 senilai total Rp 700 miliar. Dari hasil penerbitan obligasi, sebesar 39% di antaranya dialokasikan untuk peluasan kredit dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan 61% dialokasikan untuk belanja modal dan modal kerja di 11 unit pabrik gula.

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dan PT Tunas Baru Lampung (TBLA), dua emiten perkebunan sawit, menganggarkan belanja modal tahun ini masing-masing sebesar Rp 360 miliar dan Rp 50 miliar untuk pembangunan pabrik kelapa sawit. Dengan pembangunan pabrik, kapasitas produksi perseroan akan meningkat 16,6% hingga 36%.

PT Astra International Tbk (ASII), melalui PT Toyota Astra Motor, anak usaha (joint venture) yang 1 sahamnya dimiliki perseroan, menjual tanah kepada anak perusahaan Astra lainnya, yaitu PT Menara Astra senilai Rp 432,3 miliar. Transaksi afiliasi tersebut antara lain bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah atas tanah yang rencananya dibangun menjadi apartemen dan gedung perkantoran.

PT Chanda Asri Petrokimia Tbk (TPIA), melalui anak usaha PT Petrokimia Butadiene Indonesia, membentuk usaha patungan dengan Compagnie Financiere Groupe Michelin, untuk membangun pabrik synthetic rubber senilai US$ 43 juta. Struktur kepemilikan saham dari perusahaan patungan tersebut antara lain  55% akan dikuasai Michelin dan 45% dipegang Petrokimia Butadiene.

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), perusahaan teknologi informasi anak usaha PT Multipolar Tbk (MLPL), menargetkan dana  dari hasil pelepasan saham perdana (IPO) sebear Rp 19,4 miliar hingga Rp 187, miliar. Dana IPO tersebut antara lain digunakan sebagai belanja modal dan untuk melunasi utang ke induk usaha yang jatuh tempo tahun ini.

PT PLN (Persero), badan usaha milik negara di sektor ketenagalistrikan, menyatakan masih mampu memenuhi kebutuhan belanja modal tahun ini sebesar Rp 60 triliun. Dana tersebut berasal dari pinjaman pemerintah senilai Rp 9,8 triliun, dana dari penerbitan obligasi dan sukuk  ijarah berkelanjutan I senilai Rp 10 triliun dan Rp 2 triliun juga dari kas internal senilai Rp 20 triliun.

PT Asuransi Jiwa Bakrie Life, perusahaan asuransi jiwa milik Grup Bakrie, berencana membayar kewajiban kepada nasabahnya sebesar Rp 13 miliar. Kewajiban tersebut akan dibayarkan dalam dua tahap, masing-masing senilai Rp 62, miliar.

PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA sedang menawarkan obligasi subordinasi (subdebt) sebesar Rp 700 miliar berjangka waktu tujuh tahun. Perusahaan menawarkan kupon obligasi sebesar 10,5% hingga 11,5% atau memberikan premium kupon 427 basis poin hingga 611 basis poin.

Bad Week for ...

Lima kontraktor tambang batubara tercatat memiliki aset yang kurang produktif pada kuartal I 2013 dibandingkan periode sama 2012. Kelima kontraktor tambang itu adalah PT Samindo Resources TBk (MYOH), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT ABM Investama Tbk (ABMM), dan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). Perputaran aset lima emiten kontraktor tambang lebih lambat antara 0,04 kali hingga 1,73 kali.

PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME), emiten properti perhotelan, mengestimasi rugi bersih Rp 2 miliar pada kuartal I 2013 untuk menutupi kerugian pada 2012 sebesar Rp 9 miliar akibat rugi kurs. Hingga kuartal I 2013, perseroan mencatat pendapatan senilai Rp 10 miliar dari target akhir tahun Rp 47 miliar.

Otoritas Jasa Keuangan telah memasukkan PT Asuransi Jiwa Bumi Jasi Jasa ke dalam pengawasan khusus setelah memberikan  sanksi pembatasan kegiatan usaha. Menurut pejabat perusahaan, hingga saat ini Bumi Asih memiliki kewajiban sebesar Rp 1,3 triliun. Jumlah kewajiban  perusahaan ini lebih besar dari aset inti perusahaan yang hanya sekitar Rp 533 miliar.

X close
Loading
X close