Agenda Domestik
Dari ujung dunia luar, khususnya dari kawasan Eropa, gelombang krisis masih terus terjadi. Riak-riak persoalan masih sangat mungkin menggulung perekonomian domesik. Benar bahwa eksposur perekonomian kita, termasuk perbankan, tidak terlalu besar ke kawasan Eropa. Namun jangan lupa, efek berantai (spiral effect) pasti terjadi.
Baru saja tersiar berita, ada indikasi data-data resmi China tidak menggambarkan situasi sebenarnya. Akibatnya, kalkulasi bisnis dan transaksi dengan China berisiko terkoreksi lebih dalam dari laporan resmi. Katakana saja, perhitungan tentang proyeksi permintaan batu bara yang dilaporkan lebih tinggi dari permintaan aktualnya, sehingga ada kekhawatiran emiten berbasis batu bara yang memiliki eksposur cukup besar ke China berpotensi mengalami overpricing.Itu hanya sekelumit cerita bagaimana koreksi pertumbuhan global memiliki banyak implikasi yang rumit bagi perekonomian kita. Meski demikian, prospek pertumbuhan diperkirakan masih tetap berkisar antara 6%. Memang agak berlebihan jika mengkoreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2012 pada kisaran 4,5% . Meskipun, risiko menuju ke sana bukan berarti tidak ada. Tetap saja ada. Tetapi, itu adalah the very worst scenario.Justru, proyeksi bernuansa negatif tersebut mestinya menjadi peringatan agar kita lebih keras untuk menyiapkan diri dari kemungkinan terburuk. Jika kita merasa tenang-tenang saja, tanpa harus bekerja keras, di situlah justru letak persoalannya. Meskipun dalam konsensus skenario, Indonesia tidak mungkin terseret krisis sedalam kawasan Eropa, tetapi bukan berarti kita tidak memiliki masalah.
Good Week for ...PT Mandiri Manajemen Investasi, perusahaan manajer investasi skala besar, membukukan kenaikan total dana kelolaan sebesar 13,63% menjadi Rp 22,5 triliun hingga April 2013 dari realisasi takhir tahun lalu Rp 19,8 triliun. Kenaikan total dana kelolaan perusahaan ditopang oleh reksa dana saham.
PT Askes (Persero), perusahaan asuransi sosial milik pemerintah, membukukan kenaikan hasil investasi sebesar 46,43% menjadi Rp 522,17 miliar hingga April 2013 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 356,587 miliar. Kenaikan hasil investasi tersebut salah satunya didukung oleh peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan.
PT Sri Rejeki Isman (Sritex), perusahaan tekstil terpadu, membutuhkan dana Rp 2,4 triliun untuk mendanai anggaran belanja modal 2013-2013. Sebagian besar anggaran belanja modal ditargetkan berasal dari dana penawaran perdana saham (IPO) dan sisanya dari pinjaman perbankan.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), emiten farmasi, berencana menarik seluruh saham yang telah dibeli kembali sebagai saham perbendaharaan (treasury stocks) sebanyak 3,9 miliar saham. Penarikan seluruh treasury stocks tersebut setar dengan 7,7% dari modal disetor perseroan. Rencana penarikan saham itu telah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada Senin (20/5).
PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WILM), emiten produsen rokok, menargetkan margin kotor pada 2013 naik 78 basis poin-278 basis poin menjadi 28%-30% dibanding margin kotor tahun lalu 27,22%. Untuk mendukung target tersebut, Wismilak berencana menaikkan harga jual produk tahun ini berkisar 10%-12%.
PT Tanah Laut Tbk (INDX), emiten jasa pelayaran dan kepelabuhanan, menargetkan perolehan dana sebesar Rp 68,8 miliar dari penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Hasil perolehan dana tersebut akan digunakan antara lain untuk menambah penyertaan modal pad aanak usaha dan modal kerja.
PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), akan membangun apartemen sewa di kawasan Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, dengan invesasi US$ 30 juta. Perseroan menggandeng tiga investor asal Jepang, yaitu PT Toyota Tsusho Indonesia, PT Toyota Housing Corporation, dan PT Tokyo Land Indonesia.
Bad Week for ...Operasional jalan layang (fly over) Pasar Kembang, Surabaya, Jawa Timur, akan dimulai pada kuartal III 2013 dari target semula akhir 2012. Tertundanya pengoperasian jalan layan itu akibat belum ada kejelasan pembebasan lahan dan tertahannya dan pembangunan oleh Kementerian Keuangan. Proyek jalan layang itu merupakan kerja sama operasi PT PP (Persero) TBk (PTPP), PT Gorip Nanda Guna, dan PT Bangkiet Lestari Jaya dengan total investasi Rp 122,9 miliar.
Rasio utang kena bunga terhadap ekuitas PT Expolitasi Energi Tbk (CNKO) berpotensi meningkat jadi 1,08 kali seiring rencana perseroan mencari pinjaman sebesar Rp 1,6 triliun. Hingga kuartal I 2013, rasio utang kena bunga perseroan berada di level 0,46 kali atau naik 0,34 kali dibandingperiode sama tahun lalu. Seiring kenaikan rasio utang, beban bunga pereroan juga naik 22% menjadi Rp 35 miliar.
PT Pertamina (Persero), badan usaha milik negara di sektor minyak dan gas bumi, menilai pelepasan saham ke publik (IPO) sejumlah anak usahanya kepad apublik tidak dapat direalisasikan tahun ini. Komisaris perseroan menyatakan, sejumlah anak usaha Pertamina alam rpsoes peningkatan kinerja agar saat IPO nilai kapitalisasi yang diperoleh besar, sehingga pemerintah tidak dirugikan. Anak usaha Pertamina yang dijadwalkan IPO antara lain PT Pertamina Gas, PT Pertamina Geothermal Energy, PT Nusantara Regas, PT Pertamina Drilling Services Indonesia, PT Perta Medika, dan Patra Jasa.
Otoritas Jasa Keuangan menegaskan Iqbal Latanaqro, yang kini menjabat Direktur Utama PT Taspen (Persero), belum melakukan penilaian uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) oleh regulator. Iqbal dinilai wajib diganti sesuai dengan ketentuan yang berlaku jika tidak lulus fit and proper test. Iqbal jadi dirut Taspen menggantikan Agus Hariyanto.
Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan memanggil PT First Media Tbk (KLBV) terkait rencana menghentikan sementara layanan broadband wireless access (BWA) mulai 7 Juni 2013. Pemanggilan ini untuk memperjelas kompensai yang akan diberikan kepada konsumen. BRTI hingga Senin (20/5) belum menerima surat resmid ari First Media terkait penghentian layanan Wimax tersebut. Regulator berencana memanggil manajemen First Media pada pekan ini.
MOST READ
Our Latest Event
Economic Outlook 2013
Menjaga Pertumbuhan Pasar Modal dan Sektor Riil di Tengah Krisis Global
Hotel Dharmawangsa, Jakarta
19 Desember 2012




