Beras Merah Turunkan Kolesterol
Manfaat kesehatan dari beras merah adalah seratnya, secangkir beras merah mampu menyediakan 14% serat setiap harinya. Serat ini telah terbukti menurunkan kolesterol tinggi, juga menghambat aterosklerosis.Serat beras merah pun berperan dalam mengontrol tingkat gula darah, sehingga menjadi pilihan terbaik bagi pende-rita diabetes.
Menurut riset Dr. Rui Hai Liu dari Universitas Cornell, seperti halnya buah-buahan dan sayuran, beras merah juga mengandung fenolik, salah satu zat antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas pemicu kanker. Angka akti-vitas antioksidan beras merah menurut hasil riset tersebut adalah 56, sementara brokoli 80, bayam 81, apel 98, pisang 65, jagung 181, dan gandum 77.
Good Week for ...PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya meminta relaksasi agar pembatasan kegiatan usaha dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan. Menurut direksi perseroan, relaksasi ini dilakukan sesuai dengan permitnaan calon investor baru kepada Bumi Asi. Relaksasi ini menjadi salah satu syarat bagi investor untuk masuk menjadi pemegang saham perusahaan. Investor akan menyuntikkan dana jika OJK memberikan relaksasi.
Mitsubishi Corporation, perusahaan multibisnis asal Jepang, menjual sekitar 4,20 atau setara 158,389 juta saham yang dimiliki perusahaan di PT Sumber Alfaria Jaya Tbk (AMRT), emiten ritel barang konsumsi harian. Dari penjualan terebut, Mitsubishi meraih dana senilai Rp 713,70 miliar dengan harga penjualan per saham sebesar 39,38 yen.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), emiten ritel dan distribusi, menggunakan anggaran belanja modal sebeasr Rp 300 miliar pada lima bulan pertama tahun ini, atau sekitar sepertiga dari total belanja modal yang dianggarkan tahun ini sebesar Rp 900 miliar. Menurut eksekutif perusahaan, sebagian besar dana tersebut telah terserap untuk menambah 106 gerai.
PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS), emiten kabel, tahun ini menaikkan anggaran belanja modal masing-masing 38,88 dan 25% menjadi Rp 25 miliar dan Rp 70 miliar. Kenaikan belanja modal untuk mendukung target pertumbuhan penjualan perseroan masing-masing sebesar 30,68% dan 16,2% menjadi Rp 1,61 triliun dan Rp 2,87 triliun.
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), emiten perkebunan kelapa sawit dan karet, mengalokasikan sebagian belanja modal untuk ekspansi pabrik guna meningkatkan volume penjualan. Eksekutif perseroan menyatakan, Sampoerna Agro akan berinvestasi sekitar Rp 100 miliar untuk ekspansi pabrik kelapa sawit di Kalimantan Barat.
PT Indosat Tbk (ISAT), emiten telekomunikasi, menyiapkan dua opsi pembiayaan untuk membayar utang jatuh tempo Agustus tahun ini yang mencapai Rp 2,7 triliun. Dua opsi tersebut adalah menggunakan dana kas internal dan pinjaman bank. Masing-masing opsi digunakan secara seimbang, baik kas internal maupun pinjaman beberapa bank. Perseroan enggan menyebutkan nama-nama bang yang dimaksud.
PT Asuransi Wahana Tata, perusahaan asuransi kerugian skala besar, menargetkan hingga akhir tahun porsi kendaraan bermotor akan meningkat jadi 38% dari sebelumnya sekitar 34 terhadap total pendapatan premi. Menurut direksi perusahaan, peningkatan porsi kendaraan bermotor untuk mengantisipasi berkurangnya kontribusi bisnsi properti.
Sejumlah perusahaan multifinance berencana menaikkan suku bunga penyaluran pembiayaan pascakenaikan BI Rat sebesar 25 basis poin menjadi 6. Menurut direksi multifinance, kenaikan suku bunga ini akan sangat bergantung pada kondisi suku bunga perbankan. Direksi perseroan menyatakan, kenaikan suku bunga penyaluran pembiayaan ini akan sangat bergantung pada cost of fund perusahaan dan kondisi pasar.
PT Permodalan Nasional Madani, perusahaan pembiayaan UMKM milik pemerintah, menawarkan premium kupon sebesar 229 basis poin hingga 329 basis poin. Premium kupon ini didasarkan pada obligasi pemerintah yang memiliki jangka waktu sama. Perseroan menawarkan kupon obligasi sebesar 8,25%-9,25 untuk obligasi senilai Rp 1 triliun berjangka waktu setahun. .
Bad Week for ...Profitabilitas delapan emiten batubara berpotensi tergerus akibat kenaikan beban royalti pada tahun depan. Peraturan pemeritnah terkait kenaikan royalti akan semakin tidak menguntungkan emiten batubara. Selain harus menghadapi tingginya royalti atas kepemilikan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), emiten juga harus membayar royalti yang lebih tinggi atas kepemilikan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Delapan emiten batubara berpotensi tergerus profitabilitasnya dengan kisaran 3%-31% adalah PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Resource Alam Indonesia (KKGI), PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA), PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
MOST READ




