Saturday, 18 May 2013 17:31 (GMT+7)

Dua Emiten Farmasi Lokal Ekspansi ke Vietnam

BY Hadi Saksono

JAKARTA (IFT) – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Indofarma Tbk (INAF), dua emiten farmasi lokal, saat ini tengah menjajaki untuk berekspansi ke Vietnam, menurut direksi perseroan. Pemilihan Vietnam sebagai tujuan ekspansi karena termasuk dalam negara ASEAN yang potensi pasar farmasi ke depannya besar.

Kalbe Farma saat ini tengah mencari mitra strategis untuk membentuk joint venture di Vietnam dan negara-negara ASEAN lainnya. “Ekspansi ke Vietnam dan negara-negara ASEAN dilakukan karena akan menjadi pasar bersama pada 2015,” kata Vidjongtius, Direktur Keuangan Kalbe Farma. Tahun ini Vietnam dipilih menjadi salah satu tujuan ekspansi perseroan.

To continue reading please subscribe or

Good Week for ...

PT Akasha Wira International Tbk (ADES), emiten dengan linis bisnis kosmetik dan air minum kemasan,  mempertahankan kenaikan margin kotor dan margin usaha pada kuartal I 2013 secara tahunan. Margin kotor Akasha naik 0,70% menjadi 55,98% dan margin usaha naik 1% menjadi 17,47%. Kenaikan itu terjadi ketika emiten kosmetik lainnya, yaitu PT Mustika Ratu Tbk (MRAT), PT Mandom Indonesia Tbk (TCID), dan PT Martina Berto Tbk (MBTO) mengalami fluktuasi kinerja margin.

PT Garuda Indonesia (Perero) Tbk (GIAA), emiten penerbangan milik pemerintah, menargetkan penerbtian saham baru (rights issue) akan dilaksanakan pada semester II 2013. Target tersebut dengan asumsi kondisi pasar modal saat penerbitan saham dinilai positif. Opsi pencarian dana melalui rights issue sebagai satu dari tiga opsi pendanaan untuk memenuhi belanja modal tahun ini sebesar US$ 300 juta-US$ 400 juta.

PT Astra Daihatsu Motor  menaikkan target penjualan tahun ini dari 165 ribu unit menjadi 173 ribu unit sejalan dengan penjualan produk improvement multi purpose vehicle (MPV) New Daihatsu Xenia. Manajemen perseroan menyatakan penjualan produk dengan pembaruan fitur keamanan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi persaingan.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), emiten pakan ternah, menganggarkan dana belanja modal sebesar Rp 2 triliun tahun ini, naik 11% dibanding anggaran tahun lalu Rp 1,8 triliun. Belanja modal tahun ini difokuskan untuk ekspansi produksi di segmen peternakan ayam, pakan ternak, dan makanan olahan.

Seluruh produksi batubara milik PT Kideco Jaya Agung, anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY), tahun ini telah terkontrak.  Direksi perseroan menyatakan, tahun ini produksi batubara Kideco ditargetkan mencapai 37 juta ton, 15,62% naik dibanding produksi tahun lalu 32 juta ton.

PT Mandiri Sekuritas, perusahaan sekuritas milik PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), membukukan nilai penjaminan emisi Rp 14,8 triliun pada periode Januari-April 2013. Nilai penjaminan emisi ini telah melampaui target sepanjang tahun ini  sebesar Rp 11 triliun-Rp12 triliun.

PT Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI), perusahaan asuransi  ekspor milik pemerintah, mencatatkan laba bersih hingga April 2013 sebear Rp 70 miliar, 50% dari target sepanjang tahun ini Rp 140 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut salah satunya ditopang oleh pertumbuhan pendapatan premi.

Bad Week for ...

PT Trimegah Asset Management membukukan kenaikan pendapatan tahun lalu sebesar 42% menjadi Rp 86,15 miliar dari tahun sebelumnya Rp 60,64 miliar. Pendapatan Trimegah ini tidak mencapai target yang ditetapkan perusahaan sepanjang 2012 sebesar Rp 90 miliar.

PT Bank Mega Tbk (MEGA), emiten perbankan, mencatat penurunan laba bersih konsolidasi 60,67% pada kuartal I 2013 menjadi Rp 195,68 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 497,55 miliar didorong kenaikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 18,83% menjadi Rp 463,98 miliar. Penurunan juga didorong oleh pendapatan bersih sebesar 23,76% menjadi Rp 706,69 miliar dari Rp 926,95 miliar pada kuartal I 2012.

PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) membukukan laba bersih sebsar Rp 3,89 miliar  sepanjang Januari-Maret 2013, turun 88,92% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 35,12 miliar. Penurunan itu disebabkan kenaikan beban pokok perseroan menjadi Rp 209,58 miliar dari periode sama tahun lalu Rp 125,95 miliar kendati pendapatan pokok naik menjadi Rp 256,73 miliar dari Rp 166,16 miliar.

PT Pan Brothers Tbk (PBRX), emiten garmen, mencatatkan penurunan laba bersih 45,88% sepanjang kuartal I 2013 menjadi Rp 8,58 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 15,74 miliar. Penurunan tersebut antara lain diakibatkan kenaikan beban pokok penjualan dan beban operasional perseroan yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan penjualan. Beban pokok penjualan pada kuartal I 2013 naik 37,65% menjadi     Rp 551,53 miliar, sementara penjualan tumbuh 35,58% menjadi Rp 619,59 miliar. Beban operasional perseroan tercatat sebesar Rp 51,74 miliar, naik 41,36% dibanding kuartal I 2012 Rp 36,6 miliar.

Our Latest Event

Economic Outlook 2013

Menjaga Pertumbuhan Pasar Modal dan Sektor Riil di Tengah Krisis Global
Hotel Dharmawangsa, Jakarta
19 Desember 2012

President Director PT Bakrie Telecom Tbk Anindya Bakrie yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia memaparkan perspektif pelaku usaha mengantisipasi dinamika ekonomi nasional dan global

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

President Director PT Bakrie Telecom Tbk Anindya Bakrie yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia memaparkan perspektif pelaku usaha mengantisipasi dinamika ekonomi nasional dan global
Taimur Baig, Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank menjelaskan proyeksi makro ekonomi di tengah ancaman krisis Eropa dan Amerika Serikat

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Taimur Baig, Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank menjelaskan proyeksi makro ekonomi di tengah ancaman krisis Eropa dan Amerika Serikat
Keynote Speaker Seminar, Ilham Akbar Habibie  menilai industri manufaktur Indonesia seharusnya menjadi pilar ketiga dari ekonomi untuk mengamankan  konsumsi domestik dan ekspor. Saat ini kekuatan industri manufaktur Indonesia berada di sektor tekstil, makanan, otomotif dan industri sepeda motor

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Keynote Speaker Seminar, Ilham Akbar Habibie menilai industri manufaktur Indonesia seharusnya menjadi pilar ketiga dari ekonomi untuk mengamankan konsumsi domestik dan ekspor. Saat ini kekuatan industri manufaktur Indonesia berada di sektor tekstil, makanan, otomotif dan industri sepeda motor
Para pembicara seminar (dari kiri ke kanan): Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia: Ito Warsito, Moderator: Kodrat Wibowo, Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank: Taimur Baig, dan Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Anindya Bakrie

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Para pembicara seminar (dari kiri ke kanan): Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia: Ito Warsito, Moderator: Kodrat Wibowo, Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank: Taimur Baig, dan Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Anindya Bakrie
Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri, Anindya Bakrie menyatakan pertumbuhan 2013 harus dijaga dengan mempertahankan kondisi ekonomi dalam negeri yang terfokus pada upaya menjaga fundamental yang saat ini cukup baik

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri, Anindya Bakrie menyatakan pertumbuhan 2013 harus dijaga dengan mempertahankan kondisi ekonomi dalam negeri yang terfokus pada upaya menjaga fundamental yang saat ini cukup baik
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito, menyatakan pasar modal domestik masih berpotensi mengalami pertumbuhan yang tinggi

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito, menyatakan pasar modal domestik masih berpotensi mengalami pertumbuhan yang tinggi
Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Ilham Akbar Habibie yang bertindak sebagai keynote speaker seminar menjelaskan pandangannya mengenai peningkatan produktivitas dan nilai tambah produk nasional melalui inovasi dan teknologi

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Ilham Akbar Habibie yang bertindak sebagai keynote speaker seminar menjelaskan pandangannya mengenai peningkatan produktivitas dan nilai tambah produk nasional melalui inovasi dan teknologi
Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank Taimur Baig bersama para pembicara seminar lain mempertontonkan karikatur yang diterima panitia sebagai cenderamata acara

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Director and Chief Economist Global Markets Research Deutsche Bank Taimur Baig bersama para pembicara seminar lain mempertontonkan karikatur yang diterima panitia sebagai cenderamata acara
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito
Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Ilham Akbar Habibie

Photographer : Dinul Mubarok/Finance Today

Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Ilham Akbar Habibie
X close
Loading
X close